Dreams do come true!

Touchdown Bali for the first time

Suatu ketika di dalam tahun 2015, kebetulan saya mendapat kesempatan untuk bepergian ke Sumba, sebagai bagian dari tim pendukung proyek kerjasama yang terjalin antara LSM tempat saya berkecimpung dengan lembaga donor, untuk kegiatan peningkatan kapasitas LSM-LSM lokal di Sumba. Ada dua kali kepergian saya ke Sumba, yaitu di bulan April dan Mei.

Perjalanan ke Sumba membuka mata saya kembali tentang kondisi masyarakat di pulau lain, setelah lama tidak bepergian keluar Pulau Jawa. Pengalaman ini juga menyadarkan saya tentang pentingnya sebuah perjalanan untuk melihat kondisi yang berbeda dari yang biasanya dialami sehari-hari di lingkungan tempat tinggal kami.

Pada suatu kesempatan transit di bandara I Gusti Ngurah Rai, dalam situasi tersemangati dan terinspirasi oleh perjalanan yang kami lakukan, saya berandai-andai untuk suatu saat nanti mengajak anak-anak berlibur ke Bali. Sebuah pulau yang berbeda secara adat istiadat, tatanan sosial dan kondisi alamnya. Tentu perjalanan ini akan membawa mereka pada suatu pengalaman baru yang berbeda dari perjalanan-perjalanan yang selama ini sudah dialami.

Serunya bermain di pantai pulau Bali

Barangkali semesta merasakan impian dan pengandaian saya. Barangkali dari diri saya sendiri juga mulai mempersiapkan diri untuk kemungkinan tersebut. Salah satunya, di sebuah rapat refleksi di LSM kami, kami mendapat kesempatan untuk mengungkapkan impian dan harapan masing-masing staff. Harapan yang saya ungkapkan adalah membawa anak-anak berlibur ke destinasi wisata seperti Bali. Saat itu, awal tahun 2017.

Menjelang pertengahan tahun 2017, ipar saya mendapatkan penempatan dari kantornya di Kota Denpasar, Bali. Sebuah dukungan dari semesta yang semakin mendekatkan harapanku menjadi kenyataan. Dengan demikian, ada pihak yang bisa saya jadikan rujukan, semacam information center, pemberi petunjuk. Syukur-syukur bisa nebeng transportasi dan akomodasi agar perjalanan kami lebih hemat.

Hingga akhirnya, dalam suatu kesempatan, setiap staff di LSM kami mendapatkan bonus untuk surplus dari penghasilan yang kami dapatkan selama rentang Juli 2014 – Desember 2016, dana tersebut saya tabung untuk merealisasikan harapan saya membawa anak-anak berlibur ke Bali.

Sampai pada perwujudan dari harapan saya tersebut, saya dan anak-anak pun berangkat ke Bali, 8 – 13 Juli 2017, 4 hari efektif kami miliki untuk menjelajah Pulau Bali. Perjalanan ini bukan sekedar mengikuti trend berwisata ke pulau yang paling terkenal obyek wisatanya di seantero Indonesia. Ini perjalanan yang saya harapkan menjadi pembuka wawasan anak-anak tentang keberagaman kondisi yang kita miliki di negara ini. Mungkin suatu hari nanti, kami akan rencanakan perjalanan ke belahan lain di Indonesia. Cerita perjalanan seru kami di Bali akan saya ceritakan secara terpisah di blog ini.

Jadi, dreams do come true! Dalam berbagai cara semesta mendukung setiap harapan seseorang yang memiliki harapan dan impian. Itulah satu hal yang saya pelajari dari pengalaman perjalanan ini, jangan berhenti berharap. Buka selebar-lebarnya kemungkinan yang dapat ditempuh. Persiapkan sebaik-baiknya hal-hal yang diperlukan untuk menjadi bekal perjalanan, baik dari segi dana, pengetahuan, relasi dan sebagainya.

Ada satu foto yang saya abadikan di akun media sosial saya di Instagram, tertanggal 14 May 2015. Foto interior sebuah tempat persinggahan di bandara I Gusti Ngurah Rai, ketika kami sedang transit di antara perjalanan Bandung-Sumba. Interior-nya unik dan menyenangkan. Barangkali di situlah kemudian angan-angan saya muncul, “andai anak-anak dapat pula menikmati tempat ini”.

Posting instagram tahun 2015
Posting foto saya tentang sebuah sudut persinggahan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, tahun 2015

Kini saya memiliki foto anak-anak berpose dengan latar belakang interior tempat persinggahan tersebut. Melihat foto itu, saya bergetar sendiri. Mei 2015 di masa lalu, mengantar saya dan anak-anak ke pengalaman liburan berkesan di bulan Juli 2017. Dreams do come true! It’s law of attraction! Apa yang kau pikirkan, itulah energi yang menghantarmu mengalami peristiwa-peristiwa serupa di masa kini.

Foto anak-anak di bandara Ngurah Rai Bali

Saya yakin, ini hanya satu dukungan semesta yang dapat saya ketahui perwujudannya. Tentu masih banyak dukungan semesta lain yang merupakan perwujudan dari harapan, pikiran, angan, yang tidak saya sadari. Kita hanya perlu sedikit lebih peka untuk memaknai tanda-tanda yang diberikan semesta kepada kita.

img-20170123-wa0007

Advertisements